Kemendag Dorong Ekspor Rempah untuk India dan Mesir

Kemendag pacu Ekspor rempah ke India dan Mesir

Source: Kemendag pacu Ekspor rempah ke India dan Mesir gambar diambil dari hallosehat.com
Meskipun Indonesia tengah dilanda pandemi Covid-19, Kementrian Perdagangan tetap mendorong peningkatan komoditi rempah. Hal ini dikarenakan Kemendag telah menemukan peluang ekspor rempah ke wilayah Mesir dan India. Kemendag menyelenggarakan Webinar dengan perwakilan dagang di Kairo, Mesir dan India. Webinar tersebut digelar dengan tema Bedah Pasar Produk Rempah ke India dan Mesir.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan mengatakan,”Mesir adalah salah satu pasar rempah yang menjanjikan karena permintaan akan cengkeh dan pala sangat tinggi.” Para Importir rempah di mesir sangat mengedepankan kualitas produk rempah yang diimpor. Maka dari itu, eksportir rempah harus benar-benar memperhatikan kualitas rempah dengan menyertakan sertifikat analisa dan sertifikat phytosanitary dari Laboratorium dan Badan karantina Pertanian. Dokumen lain pun harus disiapkan sesuai dengan permintaan importir.

Irman Adi Purwanto selaku Atase Perdagangan Kairo mengatakan,”Bagi para eksportir yang ingin mencari pasar rempah di Mesir, bisa menghubungi kami. Kami siap memfasilitasi para eksportir dan importir untuk membahas tentang keamanan pangan, pengiriman, serta label produk.” Komoditas ekspor rempah ke Mesir meliputi cengkeh, kayu manis, pala, lada, dan jahe.

Sedangkan Kumara Jati selaku Indonesian Trade Promotion Centre juga mengatakan bahwa peluang ekspor rempah ke India juga sangat besar. Mayoritas penduduk India menggunakan rempah-rempah tidak hanya untuk bahan masakan tetapi juga untuk obat, kosmetik, hingga kegiatan keagamaan. Selain itu, harga rempah di Indonesia juga stabil serta tarif pajak yang turun dapat meningkatkan ekspor rempah ke India.

Terdapat beberapa syarat untuk standar ekspor rempah ke India. Pertama, rasa, aroma, dan warna rempah harus identik dengan rempah yang berasal dari India. Di samping itu, sistem penyimpanan dan pengangkutan juga harus diperhatikan agar rempah bebas dari kontaminasi bahan berbahaya. Terakhir, produk rempah harus dikemas dan dilabeli sesuai dengan FSSAI atau Food Safety Standards India. Komoditas rempah yang diekspor ke India meliputi kapulaga, biji pala, lada,kunyit, jahe, dan temulawak.

Berbagai strategi dapat dilakukan guna mendorong perdagangan rempah asli Indonesia. Diantaranya dengan menggunakan teknologi digital untuk pemasaran produk. India mempunyai banyak situs perdagangan online yang dapat digunakan untuk mempermudah transaksi jual beli rempah. Diantaranya adalah tradeindia.com, amazon.in, india.alibaba.com, indiamart.com, dan olx.in.

 

Related posts

Leave a Comment