Garuda Tawarkan Pensiun Dini Bagi Karyawan

garuda indonesia menawarkan pensiun dini bagi karyawan

Source: shiftindonesia.com

Topik Garuda pensiun dini masih menjadi perbincangan yang hangat. Hal ini dikarenakan PT Garuda Indoensia adalah maskapai penerbangan terbesar di Indonesia. Irfan Saputra selaku Direktur Utama Garuda Indonesia mengatakan bahwa tawaran pensiun dini ini dilakukan dengan tujuan efisiensi perusahaan.

Bisnis penerbangan mengalami dampak yang luar biasa dikarenakan wabah Covid-19 ini. Tentu saja pendapatan maskapai ini sangat terganggu akibat pembatasan penerbangan. Untuk itu, Garuda Indonesia menawarkan pilihan pensiun dini untuk para karyawan yang telah berusia 45 tahun ke atas. Penawaran ini tentunya dilakukan tanpa adanya paksaan. Irfan mengatakan,”sebagian karyawan mengajukan pensiun dini dikarenakan faktor kesehatan. Sedangkan beberapa karyawan mengambil opsi ini karena memiliki peluang lain di luar sana.” Saat ini sebanyak 400 karyawan Garuda Indonesia bersedia mengambil pensiun dini.

Di samping itu, manajemen perusahaan juga menawarkan unpaid leave atau cuti di luar pertanggungan kepada karyawan dengan status PKWT atau Perjanjian kerja Waktu tertentu. 35 Pilot juga mengalami percepatan kontrak kerja. Upaya efisiensi lain yang harus diambil adalah pemotongan gaji seluruh direksi dan komisaris Garuda Indoensia. Hal ini dilakukan sejak bulan April. Dengan berbagai kebijakan efisiensi ini, perusahaan dapat menghemat biaya operasional dan pengeluaran hingga 67 juta dollar.

Sejak virus Covid-19 merebak, tingkat okupansi pesawat sangat minim. Setiap penerbangan hanya terisi 10% dari total kapasitas penumpang. Irfan memberi contoh penerbangan Jakarta-Denpasar yang hanya membawa 15 orang penumpang. Tentu hasil penjualan tiket pesawat tidak mampu untuk menutupi seluruh biaya operasional. Saat mengadakan rapat dengan Komisi X DPR RI, Irfan juga menyinggung tentang ancaman kebangkrutan yang dapat dialami oleh beberapa maskapai di Indonesia.

Setiap karyawan Garuda yang mengajukan pensiun dini tidak perlu khawatir karena perusahaan akan tetap memberikan hak karyawan sesuai aturan perusahaan. Mereka akan menerima kompensasi layaknya pegawai yang telah pensiun. Kebijakan untuk pemberian tawaran pensiun dini memang sebenarnya memberatkan perusahaan. Namun, keputusan ini akan memberikan manfaat jangka panjang.

Di masa pandemi ini Garuda Indonesia memang mengalami kesulitan keuangan. Arus kas perusahaan masih negatif dikarenakan minimnya pendapatan dan besarnya biaya operasional. Tak ayal, maskapai berplat merah ini harus menanggung utang sekitar Rp 18,2 Triliun. Untuk memperbaiki keuangan perusahaan, Garuda kini mengoptimalkan pendapatan dari kargo. Selain itu, Garuda juga melakukan efisiensi biaya operasional meliputi menunda pembayaran avtur dan perawatan, serta tawaran pensiun dini untuk para karyawan ini.

Related posts

Leave a Comment