Tingkat Okupansi Naik, Bisnis Hotel Mulai Bangkit

tingkat okupansi hotel mulai naik

Source: nusatrip.com

Pandemi virus Covid-19 memberikan dampak negatif bagi perkembangan bisnis perhotelan dan pariwisata Indonesia. Selama pandemi, lebih dari 1500 hotel harus tutup karena minimnya tingkat okupansi.

Ab Sadewa selaku Ketua Bidang Media dan Komunikasi BPP Perhimpunan Hotel dan restoran Indonesia mengatakan bahwa kebijakan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar di beberapa kota di Indonesia sangat berdampak pada tingkat okupansi hotel.

“Banyak hotel yang terpaksa tutup akibat dua faktor. Pertama, tingkat okupansi hotel sangat rendah, hanya sekitar satu digit atau dibawah 10%. Kedua, sepinya hotel dikarenakan pemberlakuan PSBB di wilayah tersebut.”, tambah Sadewa.

Namun, dengan dilonggarkannya aturan PSBB di beberapa wilayah di Indonesia, tentu berdampak pada bisnis perhotelan. Kini, tingkat okupansi hotel tampaknya telah meningkat. Namun, pihak PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) belum dapat memberikan informasi tentang presentase kenaikan okupansi dan jenis hotel yang mulai meningkat pengunjungnya.

Sadewa menambahkan bahwa akhir-akhir ini terjadi peningkatan pengunjung hingga 30% pada hari biasa. Sedangkan di akhir pekan atau weekend, tingkat okupansi hotel dapat mencapai 50 hingga 60%. Kenaikan ini terjadi di wilayah yang telah melakukan pelonggaran PSBB misalnya daerah pinggir Jakarta yakni Bogor.

Sebelumnya, DPD PHRI DIY, Dedy Pranawa Eryana menuturkan,”Tingkat okupansi hotel berbintang di Yogyakarta telah mencapai 35% pada akhir pekan.” Sedangkan Deny Wardhana selaku Ketua PHRI Sumut juga menambahkan bahwa tingkat okupansi hotel di Sumatera Utara juga terus meningkat.

Namun, peningkatan ini sepertinya belum terjadi di hotel-hotel yang terletak di luar Jawa. Hal ini mungkin disebabkan karena pembatasan transportasi ke wilayah tersebut. Pihak PHRI mengharapkan peran pemerintah untuk menggeliatkan kembali bisnis perhotelan serta pariwisata di masa pandemi ini.

Selain peran pemerintah, para wisatawan dan pelancong bisnis juga dapat turut andil untuk pemulihan bisnis perhotelan. Para pengunjung hotel diharapkan tidak perlu khawatir karena semua hotel pastinya memberlakukan protokol kesehatan dengan menjaga kebersihan dan kestrerilan area hotel. Untuk itu, diperlukan managemen hotel yang baik guna memulihkan sektor bisnis ini.

Related posts

Leave a Comment