Bisnis Bersihkan Kos Raup Omzet 24 Juta Sebulan

bisnis beresin kamar kos raup omzet 24 juta

Source: 99.co

Ide untuk memulai bisnis bisa datang dari manapun. Bahkan ide bisnis baru tak jarang datang dari hal yang tidak disengaja. Hal yang paling penting adalah membaca peluang yang ada untuk memulai bisnis yang menjanjikan.

Kejelian untuk membaca peluang bisnis juga diterapkan oleh dua orang alumni UGM (Universitas Gajah Mada) ini yaiyu Novia Rahma dan Anggita Syifa. Mereka berdua merintis usaha yang diberi nama Beresin Kos. Anggita Syifa merupakan alumni Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, sednagkan Novia Rahma merupakan alumni Akutansi UGM.

Ide awal dari usaha ini adalah permintaan teman mereka berdua untuk membereskan kamar kos karena masa perkuliahan telah selesai. Banyak mahasiswa rantau yang harus kembali ke kota asalnya. Anggita mengatakan bahwa IG story salah satu temannya membutuhkan orang untuk membereskan kamar kos serta mengirim beberapa barang. Anggita akhirnya bersedia membersihkan kamar kos tersebut karena memang dibayar.

Novia dan Anggita membaca hal ini sebagai peluang bisnis. Karena banyak mahasiswa rantau di Yogyakarta, tentunya permintaan pasar untuk membereskan kos pasti juga banyak.

Pada awalnya, mereka berdua hanya membuka jasa untuk teman-teman terdekat saja. Namun, mereka tidak pernah menyangka bahwa permintaan untuk membereskan kamar kos melonjak. Akhirnya mereka berdua sepakat untuk merintis usaha ini dengan nama Beresin Kos.

Novia mengatakan,”pada awalnya, kami hanya promosi dari mulut ke mulut saja. Namun teman yang telah menggunakan jasa kami merekomendasikan ke banyak teman yang lain.” Novia berpikir bahwa bisnis yang ia rintis tersebut memang sedang banyak dibutuhkan apalagi mayoritas mahasiswa pulang kampung akibat pandemi ini.

Layanan yang diberikan oleh Beresin Kosmu tidak hanya membersihkan kamar kos saja, tetapi juga mengirimkan barang. Anggita dan Novia juga memiliki rencana untuk menambah layanan seperti membantu pindahan kos, pindahan rumah, atau pindahan kantor.

Sekarang ini bisnis ini tidak hanya beroperasi di Yogyakarta. Tetapi juga telah merambah kota Solo dan Semarang. Anggita berharap bisnisnya dapat terus berkembang dan mempunyai aplikasi sendiri. Maka dari itu, ia terus bekerja keras untuk mewujudkannya.

Related posts

Leave a Comment