Rugikan Klien, Kasus Jouska Berujung Tutup Sementara

jouska diharuskan menghentikan kegiatan operasionalnya

Source: mnctrijaya.com

Perjalanan PT Jouska Finansial Indonesia harus terhenti sementara waktu. Hal ini dikarenakan Satgas Waspada Investasi meminta perusahaan ini untuk menghentikan kegiatan operasionalnya. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Ketua Satgas Waspada Investasi setelah menggelar pertemuan virtual bersama Aakar Abyasa Fidzuno selaku CEO Jouska ID.

Kasus Jouska telah ramai diperbincangkan beberapa hari ini. Jouska yang mengaku sebagai perusahaan financial advisor ini mendapatkan banyak komplain dari kliennya. Para klien Jouska merasa dirugikan atas investasi yang dikelola oleh Jouska.

Para klien mengeluhkan bahwa Jouska mempunyai akses untuk mengelola investasi saham. Kebanyakan klien melaporkan bahwa investasi mereka dibelikan saham LUCK atau PT Sentral Mitra Informatika. Namun, ternyata saham tersebut merupakan saham gorengan sehingga nilai sahamnya turun drastis. Nilai saham yang tadinya seharga Rp 2000 kini hanya Rp 312 per lembar.

Akhirnya, banyak klien Jouska yang mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Menanggapi keluhanpara kliennya akhirnya Founder dan CEO Jouska meminta maaf melalui akun intagramnya. Aakar mengatakan bahwa ia ingin meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan. Dalam video tersebut dirinya tidak melalukan klarifikasi terhadap kasus yang beredar. Ia hanya menegaskan bahwa akan mencari solusi terbaik untuk masalah ini.

Setelah kasus ini menyeruak, Satgas Waspada Investasi bertemu dengan pengurus Jouska secara virtual. Tujuan pertemuan ini adalah untuk mencari fakta tentang legalitas serta model bisnis yang dijalankan PT Jouska.

Hasil pertemuan tersebut diperoleh beberapa fakta. Pertama, PT Jouska Finansial Indonesia hanya memiliki izin beroperasi sebagai penyedia jasa pendidikan atau kursus. Namun dalam kenyataannya, Jouska memberikan nasehat investasi pada para klien sebagaimana dilakukan oleh financial advisor. Fakta selanjutnya adalah Jouska bekerja sama dengan PT Amarta Investa Indonesia dan PT Mahesa Strategis Indonesia untuk mengelola dana kliennya.

Setelah mengadakan pertemuan dengan Jouska, SWI memberikan keputusan untuk menghentikan seluruh kegiatan Jouska sebagai penasehat Investasi. SWI juga akan mengehentikan operasional PT Amarta Indonesia dan PT Mahesa Strategis Indonesia.

Selain itu, SWI meminta Kemenkominfo untuk memblokir website, aplikasi serta media sosial dari ketiga perusahaan tersebut. SWI juga meminta Jouska untuk menyelesaikan masalah dengan kliennya. Dan yang terakhir, SWI meminta Jouska untuk mengurus legalitas kegiatan usaha mereka.

SWI juga menambahkan jika masyarakat mendapatkan tawaran investasi yang mencurigakan, harap segera melaporkan hal tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan melalui email [email protected] atau [email protected]

Related posts

Leave a Comment