Dampak Pandemi, Penjualan Hewan Kurban Merosot

penjualan hewan kurban menurun

Source: harapanrakyat.com

Idul Adha atau Hari Raya Qurban akan segera tiba. Namun, untuk tahun ini peringatan Idul Adha terjadi di masa pandemi. Oleh karena itu, daya beli masyarakat untuk hewan kurban cenderung menurun.

PPSKI atau Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia memperkirakan adanya penurunan penjualan hewan kurban untuk tahun ini. Diperkirakan, penjualan sapi akan turun antara 30 hingga 50%. Hal ini dikarenakan daya beli masyarakat yang rendah akibat pandemi ini.

Rochadi Tawaf selaku Sekretaris Jenderal PPSKI mengatakan bahwa penurunan penjualan ini juga terjadi pada jenis hewan kurban lain yaitu domba dan kambing.

Penurunan volume penjualan ini tidak hanya disebabkan oleh daya beli mayarakat yang rendah. Tetapi hal ini juga dipengaruhi oleh adanya himbauan dari Kementerian Agama, Kementan serta Pemerintah Daerah untuk memotong hewan kurban pada Rumah Pemotongan Hewan.

Himbauan ini dikeluarkan karena RPH menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Oleh karena itu, banyak masjid yang tidak melaksanakan pemotongan hewan kurban dan mengalihkannya ke RPH. Banyak juga masyarakat yang menunda kurbannya.

Rochadi menambahkan bahwa tidak ada kenaikan harga sapi pada tahun ini. Namun ia khawatir tentang banyaknya sapi impor yang dapat mengganggu bisnis sapi lokal. Pihaknya berharap agar pemerintah melakukan intervensi harga agar dapat berkompetisi dengan sapi impor.

Untuk Idul Adha tahun ini, kementan juga menghimbau agar masyarakat membeli hewan kurban secara online atau daring. Untuk itu, Kementan banyak melakukan sosialisasi agar penjual hewan kurban memasarkan dagangannya secara online.

Meskipun begitu, pihak Kementan menegaskan bahwa hal ini hanya berupa himbauan. Kementan tidak melarang penjualan hewan kurban secara langsung. Asalkan pedagang hewan kurban mematuhi aturan yang berlaku tentang jaga jarak.

Kementan juga mengeluarkan rekomendasi tentang pemotongan hewan kurban yang aman. Aktifitas yang ditekankan adalah jaga jarak, penerapan kebersihan pribadi, screening awal kesehatan, serta pelaksanaan sanitasi.

Related posts

Leave a Comment