Pusat Perbelanjaan dan Pasar Tetap Diizinkan Beroperasi Saat PSBB

mal diizinkan buka saat PSBB

Source: voi.id

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar mulai tanggal 14 September. Namun, untuk PSBB ini, Pemprov masih memperbolehkan pusat perbelanjaan dan pasar beroperasi.

Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta mengatakan,”Pasar dan pusat perbelanjaan dapat beroperasi, dengan menetapkan batasan kapasitas paling banyak 50% pengunjung yang berada dalam lokasi yang bersamaan.”

Meskipun mal atau pusat perbelanjaan tetap buka, kafe ataupun restoran yang terdapat dalam mal tidak diizinkan untuk menyediakan layanan untuk makan di tempat. Seluruh restoran dan kafe diizinkan beroperasi dengan memberikan layanan take away.

Alasan tetap diperbolehkannya pusat perbelanjaan buka saat penerapan PSBB kali ini dikarenakan tingkat kedisiplinan masyarakat di pasar semakin meningkat. Baik pedagang ataupun pengunjung pasar selalu menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Anies menambahkan bahwa selama tiga bulan belakangan ini, pasar telah menerapkan kedisiplinan terhadap penerapan protokol kesehatan. Para pedagang juga bekerja sama untuk melakukan pengawasan.

Sebelumnya, Pemprov memutuskan akan menutup pasar jika ditemukan kasus positiv Covid-19. Keputusan ini membuat para pedagang bekerja sama untuk menerapkan kedisiplinan agar pasar tidak ditutup.

Anies juga mengatakan bahwa saat ini kasus terbanyak positif Covid-19 berasal dari klaster perkantoran.

Setelah Gubernur DKI Jakarta mengumumkan bahwa Jakarta akan menerapkan PSBB ketat, Ketua Umum DPP pengusaha ritel Indonesia atau Aprindo meminta agar peritel modern serta pusat perbelanjaan dapat beroperasi dengan normal tanpa pembatasan jam operasional.

Pihak Aprindo beralasan mal harus tetap buka untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Aprindo juga menekankan bahwa sektor ritel dan mal akan berkomitmen untuk tetap menjalankan protap Covid-19 dengan ketat.

Related posts

Leave a Comment