Kemenhub Beri Peluang Bisnis Ojek Sepeda

Source: okezone.com

Kementerian Perhubungan bahwa Peraturan menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 mengenai Keselamatan Pesepeda dapat memberikan peluang untuk bisnis ojek sepeda. Pasalnya, peraturan tersebut tidak melarang beroperasinya ojek sepeda.

Pandu Yunianto selaku Direktur Sarana Transportasi Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub menyatakan,” Dalam aturan ini justru diberikan peluang (bagi ojek sepeda).”

Pandu menjelaskan bahwa sepeda diperbolehkan mengangkut penumpang asalkan dilengkapi dengan boncengan atau tempat duduk di bagian belakang. Jika sepeda tersebut tidak dilengkapi tempat duduk di bagian belakang maka Kemenhub melarang sepeda tersebut untuk digunakan mengangkut penumpang.

Sementara itu, kini masih banyak juga sepeda yang diproduksi dengan dilengkapi tempat duduk pada bagian belakang. Jadi bukanlah hal yang aneh jika alat transportasi ini digunakan untuk mengangkut penumpang. Jadi hal tersebut tidak menyalahi aturan.

Sebelumnya, pemerintah merilis aturan tentang keselamatan pesepada. Aturan tersebut diterbitkan untuk merespon tren bersepada yang marak akhir-akhir ini.

Dalam Pasal 8 Permenhub No  PM 59 Tahun 2020 disebutkan bahwa pesepeda dilarang ditarik dengan kendaraan bermotor dengan kecepatan yang membahayakan keselamatan.

Pesepeda juga tidak diperbolehkan mengangkut penumpang jika tidak dilengkapi tempat duduk di bagian belakang.

Selain itu, aturan tersebut juga melarang pesepeda untuk menggunakan perangkat elektronik atau telepon seluler saat berkendara terkecuali jika memakai piranti dengar.

Aturan Kemenhub juga melarang pesepeda menggunakan payung saat berkendara. Pesepeda juga dilarang berjajar dengan kendaraan lainnya. Kemenhub juga melarang pesepeda berdampingan lebih dari dua sepeda.

Related posts

Leave a Comment