Ditjen Pajak Umumkan 8 Perusahaan Digital Asing Pemungut PPN

Source: pasardana.id
DJP Tunjuk 8 perusahaan pemungut PPN

Ditjen Pajak Kemenkeu mengumumkan delapan perusahaan digital asing yang resmi menjadi pemungut PPN atas barang dan juga jasa yang dijual untuk pelanggan di tanah air. Kedelapan perushaan global tersebut resmi memungut Pajak Pertambahan Nilai sebesar 10% setelah ditetapkan secara resmi oleh DJP.

DJP menjelaskan dalam keterangan tertulis,” Dengan penunjukan ini maka sejak 1 November 2020 para pelaku usaha tersebut akan mulai memungut PPN atas produk dan layanan digital yang mereka jual kepada konsumen di Indonesia.”

Besaran pajak pertambahan nilai yang harus dibayar oleh pelanggan adalah senilai 10% dari harga barang atau jasa sebelum pajak. Pajak tersebut harus dicantumkan dalam invoice atau kuitansi yang dikeluarkan oleh penjual sebagai bkti telah memungut PPN.

Hingga berita ini diturunkan, ada 36 entitas yang menjadi pemungut PPN produk dan jasa digital luar negeri. Ditjen pajak mengapresiasi kerja sama serta langkah proaktif yang dilakukan para entitas yang telah ditunjuk untuk memungut PPN.

Sementara itu, otoritas fiskal juga mengharapkan agar semua perusahaan yang memenuhi kriteria pemungut pajak dapat memberikan informasi kepada Ditjen Pajak untuk proses penunjukan. Salah satu kriteria yang dimaksud adalah jumlah total penjualan sebesar Rp 600 juta dalam satu tahun atau Rp 50 juta per bulan.

Setelah proses penunjukan perusahaan pemungut pajak, Ditjen Pajak juga akan melakukan sosialisasi dengan cara one-on-one terhadap perusahaan digital tersebut. Sehingga proses pemungutan pajak dapat segera dilakukan.

Adapun kedelapan perusahaan baru yang ditunjuk akan mulai memungut PPN pada tanggal 1 November 2020. Delapan perusahaan tersebut meliputi:

  • Alibaba Cloud Singapore Pte Ltd.
  • GitHub,Inc.
  • Microsoft Regional Sales Pte Ltd.
  • Mcrosoft Corporation.
  • UCWeb Singapore Pte Ltd
  • Coda Payment Pte Ltd.
  • To The New Pte Ltd.
  • Nexmo Inc.

Related posts

Leave a Comment