Efek Pandemi, Hypermart Tutup Gerai di Bali dan Jambi

gerai Hypermart di Bali dan Jambi ditutup

Source: solopos.com

Pandemi Covid-19 memberi dampak negatif bagi pengusaha retail milik PT Matahari Putra Prima Tbk. MPPA memutuskan untuk menutup beberapa gerai Hypermart di Bali dan juga Jambi. Penutupan ini dilakukan agar potensi kerugian yang terjadi tidak menjadi semakin besar.

Herry Senjaya selaku Direktur Matahari Putra Prima menjelaskan bahwa selama pandemi berlangsung, perusahaan mengidentifikasi toko retail yang sangat etrdampak. Salah satunya adalah gerai Hypermart yang berada di kawasan Bali.

Saat pandemi, kunjungan wisatawan ke Bali menurun drastis. Hal ini juga menyebabkan penurunan penjualan di toko retail milik MPPA di Bali. Oleh karena itu, perusahaan memutuskan untuk melakukan penutupan sementara beberapa gerai di Bali.

Herry mengungkapkan,” Seperti di Bali, ada beberapa gerai yang ditutup di wilayah turis. Karena dari sisi pelanggan dan turis sangat sepi di sana. Kalau nggak salah ada 8 gerai yang kita tutup sementara selama masa COVID-19.”

Keputusan untuk menutup toko Hypermart tidak hanya terjadi di Bali. MPPA juga memutuskan untuk menutup jaringan toko retailnya di Jambi. Namun, Herry tidak memberikan keterangan lebih lanjut terkait jumlah toko yang ditutup di daerah Jambi.

Namun, Herry menegaskan bahwa penutupan gerai Hypermart ini hanya bersifat sementara. MPPA akan berencana akan membuka kembali gerai-gerai tersebut pada akhir tahun ini.

Karena pandemi ini memberikan hantaman yang cukup keras pada industri retail, MPPA juga telah berupaya meningkatkan penjualan melalui jaringan online. Beberapa program yang diluncurkan antara lain adalah Hypermart Online dan juga Chat & Shop melalui Whatsapp.

Selain itu, Hypermart juga merambah pemasaran lewat Marketplace dengan bekerja sama dengan Shopee. Hypermart juga bermitra dengan GrabMart untuk memudahkan pelanggan berbelanja tanpa mengunjungi toko secara langsung.

Related posts

Leave a Comment