Dampak Pandemi, Matahari Tutup 7 Gerai dan Rugi 617 Miliar

Matahari tutup 7 gerai

Source: matahari.co.id

Pandemi memberikan dampak yang besar bagi berbagai sektor usaha khususnya adalah sektor ritel. PT Matahari Department Store bahkan harus menutup 7 toko. Selain itu, perusahaan retail ini juga menanggung kerugian sebesar Rp 617 Miliar.

CEO dan Wakil Direktur Matahari menyatakan,” Pandemi COVID-19 mempercepat penutupan gerai-gerai yang berkinerja kurang baik, sejalan dengan upaya Matahari dalam merestrukturisasi bisnis. Sepanjang tahun ini, tujuh gerai format besar dan seluruh gerai khusus ditutup.”

Untuk saat ini, Matahari hanya menegoperasikan 153 toko di 76 kota di Indonesia. Bahkan hingga akhir tahun ini, Matahari akan menutup 3 gerai lagi. Keputusan untuk menutup gerai ini harus diambil karena pendapatan sepanjang tahun ini semakin turun.

Perusahaan ini hanya mampu mencatatkan penjualan kotor sebesar Rp 5,9 triliun. Jumlah ini turun sebesar 57,6% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Sementara pendapatan bersih juga merosot tajam. Laba bersihnya turun hingga 57,5%.

Matahari Departmen Store menyatakan bahwa kondisi perusahaan sudah mulai stabil mulai Juli hingga pertengahan September. Namun, saat diberlakukan PSBB di Jakarta dan pembatasan operasional di lokasi lain, perusahaan memutuskan untuk menutu sementara beberapa gerainya.

Untuk menekan dampak dari pandemi, Matahari mengaku telah melakukan berbagai pengetatan biaya. Salah satunya dengan melakukan negosiasi keringanan sewa.

CEO Matahari juga menambahkan,” Kami telah melunasi fasilitas kredit tambahan yang diperoleh di bulan Mei tahun ini. Kami melakukan kontrol yang ketat atas pengeluaran kami dan pembekuan belanja modal kami masih berlaku selain terkait dua toko yang dibuka pada kuartal ini.”

Saat ini Matahari juga memulihkan kebijakan pemotongan gaji karyawan. Perusahaan ini menargetkan gaji karyawan akan kembali utuh pada kuartal IV 2020.

Related posts

Leave a Comment