Adaptasi Masa Pandemi, Jutaan UMKM Jualan Online

jutaan UMKM berjualan online untuk beradaptasi di masa pandemi

Source: katadata.co.id

Kementerian Koperasi dan UKM mengklaim dalam tiga bulan ini sebanyak satu juta UMKM telah bergabung ke marketplace atau platform digital. Pelaku UMKM kini merambah bisnis online untuk memasarkan produknya. Langkah ini diambil tentunya untuk mendorong tingkat penjualan yang mulai lesu akibat pandemi corona.

Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan,”program pemerintah Bangga Buatan Indonesia yang dirilis pada bulan mei lalu mendorong para pelaku usaha untuk mulai berjualan online. Sejak itu, sekitar 1 juta UMKM terdaftar pada ekosistem digital.”

Saat panemi seperti sekarang ini, pemerintah menjalankan kebijakan berupa pembatasan jarak fisik untuk mengurangi potensi penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, kondisi tersebut memaksa para pelaku UMKM untuk merambah sistem pemasaran digital.

Pemerintah memiliki target bahwa 10 juta UMKM dapat berjualan online hingga akhir tahun 2020. Kini, total sembilan juta UMKM telah merambah ekosistem digital. Meskipun dapat dibilang telah mencapai jumlah yang fantastis. Namun jumlah ini hanya 14.6% dari total pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Presentase ini masih kecil. Mayoritas UMKM yang telah go-online berada di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UKM juga menambahkan bahwa pemerintah mendorong UMKM untuk tetap bertahan dan beradaptasi di tengah pandemi. Caranya dalah dengan bergabung ke ekosistem digital. Selain itu, UMKM juga perlu menyesuaikan jenis produk yang diproduksi dengan permintaan konsumen di tengah pandemi ini.

Sayangnya, masih banyak tantangan yang harus dihadapi agar UMKM dapat go-online. Berdasarkan survey yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, tantangan tersebut antara lain: belum mampu untuk menggunakan teknologi internet, minimnya pengetahuan tentang usaha online, infrastruktur yang kurang memadai, dana yang minim, serta terlalu banyak pesaing.

Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah mengambil beberapa kebijakan. Pertama, pemerintah memberikan banyak pelatihan kepada UMKM untuk berjualan online. Selain itu, pemerintah lewat salah satu Bank BUMN, Himbara akan menyalurkan bantuan kredit pada UMKM yang berjualan online. UMKM dapat mengajukan kredit untuk tambahan modal melalui Digiku UMKM atau Digital Kredit UMKM. Bahkan pinjaman online bagi pelaku UMKM ini dapat diproses dalam waktu 15 menit saja.

Related posts

Leave a Comment