Pemerintah Kenakan PPN Pada Enam Layanan Digital

pemerintah tetapkan PPN untuk layanan digital

Source: pikiran-rakyat.com

Mulai hari ini, pemerintah resmi memberlakukan PPN atau Pajak Pertambahan Nilai pada Netflix. Tarif PPN yang dimaksud sebesar 10 persen. Selain Netflix, ada lima perusahaan digital lain yang dikenai pajak mulai tanggal 1 Agustus ini.

Jadi total ada enam layanan digital yang dikenai pajak pertambahan nilai ini. Keenam perusahaan tersebut meliputi Amazon Web Services Inc, Google Ireland Ltd, Google Asia Pacific Pte, Google LLC, Spotify AB, dan Netflix International B.V.

Hestu Yoga Saksama selaku Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak memberikan keterangan resmi bahwa Jumlah Pajak Pertambahan Nilai yang harus dibayarkan oleh pengguna adalah 10% dari harga sebelum kena pajak. Pembayaran tersebut harus dicantumkan pada kuitansi atau resi yang dikeluarkan oleh penjual. Ini sebagai bukti pembayaran PPN.

Pajak Pertambahan Nilai yang dibayarkan pada pelaku usaha yang berasal dari luar negeri atas pembelian jasa ataupun barang bisa diklaim sebagai jenis pajak masukan oleh pelaku usaha kena pajak.

Sehubungan dengan pemungutan pajak ini, layanan streaming Netflix mulai menaikkan tarifnya mulai hari ini. Kenaikan biaya langganan ini dilakukan seiring dengan pemberlakuan PPN 10%. Pihak Netflix mengatakan bahwa kenaikan tarif langganan ditetapkan oleh perusahaan sejalan dengan Peraturan Menkeu no 48 Tahun 2020 tanggal 1 Agustus 2020.

Peraturan tersebut berisi aturan tentang kewajiban platform yang menyediakan layanan digital untuk membayar pajak 10% atas jasa maupun barang yang dijual pada masyarakat Indonesia. Upaya pemberlakuan pajak ini adalah untuk meningkatkan penerimaan anggaran negara.

Head of Corporate Communications Google Indonesia, Jason Tedjasukmana mengatakan bahwa perusahaannya akan mematuhi aturan pajak di semua negara termasuk Indonesia. Oleh karena itu Google bersedia untuk memungut PPN sebesar 10%.

Related posts

Leave a Comment