Pemerintah Tunjuk 16 Perusahaan Asing Pungut PPN 10%

pemerintah tunjuk 16 perusahaan digital pungut PPN

Source: uzone.id

Pemerintah menunjuk 16 perusahaan asing yang bergerak di bidang digital untuk mulai memungut pajak pertambahan nilai sebesar 10%. Perusahaan ini akan langsung memungut PPN dari konsumen atas barang atau jasa digital yang digunakan.

16 perusahaan asing tersebut siap memungut PPN dari konsumen mulai awal bulan Agustus dan awal bulan September. 16 perusahaan tersebut terbagi menjadi dua gelombang.

Gelombang pertama akan memungut PPN mulai tanggal 1 Agustus. Enam perusahaan tersebut adalah  Amazon Web Service, Inc, Google Ireland Ltd, Google Asia Pacific Pte, Google LLC, Spotify AB, dan Netflix.

Sedangkan untuk gelombang kedua akan mulai memungut PPN dari konsumen mulai tanggal 1 September. Gelombang kedua ini terdiri dari 10 perusahaan asing. Perusahaan tersebut meliputi TikTok Pte Ltd, Facebook Payments International Ltd, Facebook Ireland Ltd, Facebook technologies International Ltd, Audible Inc, Amazon.com Service LLC, Apple Distribution International Ltd, serta Walt Disney Company Southeast Asia Pte Ltd.

Hestu Yoga Saksama selaku Direktur Pelayanan, Penyuluhan, dan Hubungan masyarakat Direktorat Pajak Kemenkeu mengatakan bahwa semua perusahaan tersebut bersedia secara suka rela untuk menjadi agen pemungut, penyetor, serta pelapor PPN.

Mereka tidak keberatan sama sekali karena pihak Dirjen Pajak telah memberikan bimbingan serta sosialisasi secara satu persatu. Pihak Dirjen Pajak sedang melakukan komunikasi dengan berbagai perusahaan luar negeri lain untuk ditunjuk sebagai pemungut pajak dalam periode berikutnya.

Dalam pemungutan PPN 10% ini, tujuan pemerintah adalah untuk membangun level playing field. Sektor Perdagangan Melalui Sistem Elektronik atau PMSE dalam negeri biasanya telah patuh pada kewajiban membayar pajak.

Perusahaan tersebut sudah melaporkan SPT pajak penghasilan untuk wajib pajak. Selain itu, mereka juga memungut PPN atas penjualan produk maupun jasa dalam platform digital dalam negeri.

Related posts

Leave a Comment