Grab Terapkan Teknologi Geofencing untuk Deteksi Kerumunan

Grab gunakan teknologi geofencing

Source: akurat.co

Grab Indonesia memperkenalkan fitur Geofencing untuk menghadapi PSBB atau pembatasan Sosial Skala Besar jilid II di DKI Jakarta. Teknologi Geofencing ini mampu mendeteksi kerumunan. Fitur ini akan memberikan peringatan kepada mitra pengemudi grab yang tengah berkurumun di suatu area.

Teknologi ini dihadirkan untuk melindungi para mitra pengemudi. Grab ingin memastikan bahwa seluruh mitra pengemudi Grab menjaga jarak aman sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Mitra pengemudi Grab yang tengah berkurumun akan mendapatkan peringatan melalui pop up ataupun pesan teks pada aplikasi Grab mitra pengemudi tersebut.

Uun Ainurofiq selaku Director of Government Affairs & Strategic Collaborations Grab Indonesia menyatakan bahwa Grab ingin memastikan semua orang khususnya mitra pengemudi Grab dapat medapatkan manfaat dari adanya ekonomi digital.

Uun mengatakan,” Oleh karena itu, kesehatan menjadi prioritas utama supaya mitra pengemudi kami tetap bisa produktif.”

Sejak Pemprov DKI Jakarta mengumumkan kebijakan PSBB, Grab terus mencari solusi yang efektif agar tetap dapat melindungi kesehatan dan mata pencaharian mitra pengemudi.

Sebenarnya teknologi geofancing ini telah diciptakan sejak pertama kali Grab beroperasi. Namun saat pemberlakuan PSBB ini, teknologi geofencing diterapkan untuk menagawasi mitra pengemudi Grab yang berkurumun di lapangan.

Fitur Geofencing ini adalah salah satu solusi yang dihadirkan oleh Grab untuk mendeteksi GPS pengemudi yang sednag berkumpul di suatu area. Saat mendeteksi kerumunan, sistem akan otomatis memberikan peringatan pada mitra pengemudi yang melanggar peraturan untuk jaga jarak.

Dengan adanya Geofencing ini, Grab ingin membuktikan bahwa perusahaannya ingin menjadi mitra masyarakat dan pemerintah untuk menghadapi pandemi ini bersama-sama. Pandemi ini membuat semua pihak menjadi sadar akan pentingnya kebersihan dan keamanan.

Related posts

Leave a Comment