Amazon, Google, dan Facebook Diduga Lakukan Monopoli Bisnis

Source: politico.com

Kongres penyelidikan di AS mengungkapkan jika berbagai perusahaan besar seperi Facebook, Google, Amazon, dan Apple melakukan monopoli bisnis di bidang teknologi. Perusahaan – perusahaan etrsebut juga telah sering menyalahgunakan dominasi mereka.

Temuan ini akan dijadikan landasan untuk penyusunan UU yang mengatur dominasi perusahaan besar di bidang teknologi. Laporan yang mempunyai ketebalan 450 halaman tersebut menunjukkan bukti-bukti bahwa perilaku perusahaan yang memonopoli pasar dapat menghambat inovasi. Selain itu monopoli tersebut juga dapat melemahkan demokrasi dan menyebabkan konsumen sulit untuk memilih.

David Ciciline selaku Pimpinan Kongres tersebut mengungkapkan bahwa ada lebih dari 1 juta dokumen yang mendukung penelitian tersebut. Untuk penyusunan laporan ini, sejumlah akademisi, perusahaan, pesaing, dan juga pimpinan bisnis juga telah dimintai keterangan.

Dalam laporan tersebut tertulis,” Perusahaan ini terlalu banyak memegang kekuasaan, tapi mereka juga harus tunduk pada pengawasan dan penegakan hukum yang ada.”

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Google menggunakan search engine atau mesin pencarinya untuk mengetahui browser yang paling populer. Hal tersebut bisa menjadi informasi untuk mengembangkan browser milik Google yakni Chrome. Namun, Google tidak memberikan komentarnya terkait pernyataan tersebut.

Selain itu, Facebook juga menjadi media sosial nomor satu yang posisinya tidak pernah tergantikan oleh media sosial lain. Hal ini bisa terjadi karena Facebook selalu mengakuisisi perusahaan yang menjadi pesaingnya.

Hal tersebut dibuktikan saat Instagram diduga akan menjadi pesaing Facebook. Whatsapp juga digadang-gadang dapat menggantikan posisis Facebook Messanger. Untuk emnghindari hal etrsebut, Facebook langsung membeli Instagram dan Whatsapp.

Christoper Sgro selaku juru bicara Facebook mengatakan bahwa Facebook merupakan kisah sukses di Amerika Serikat. Dengan bergabungnya Whatsapp dan Instagram, maka Facebook dapat meraih kesuksesan baru dalam bisnis mereka.

Related posts

Leave a Comment