Deteksi Order Fiktif, Gojek Gunakan Machine Learning dan AI

Gojek gunakan machine learning dan Ai deteksi order fiktif

Source: gojekengineering.com

Gojek sebagai penyedia layanan on-demand menggunakan Machine learning atau Mesin Pembelajar dan juga Artificial Intelligence atau AI untuk mendeteksi order fiktif. Dua teknologi tersebut juga digunakan untuk mitigasi kecurangan menggunakan aplikasi ilegal.

Rubi Purnomo selaku SVP Corporate Affairs menyatakan bahwa order fiktif dapat merugikan mitra driver Gojek secara tenaga dan juga meteril. Namun saat ini, Gojek mengupayakan bahwa order fiktif dapat dideteksi.

Para driver Gojek bisa menekan tombol lapor sebelum menerima order jika pesanan tersebut dianggap mencurigakan. Machine Learning akan menganalisa order berdasarkan kebiasaan pelanggan Gojek dalam menggunakan aplikasi tersebut.

Mitra driver dapat mempertimbangkan untuk mengambil order tersebut ataupun tidak berdasarkan hasil analisis tersebut. Jika driver tetap emngambil dan order tersebut terbukti fiktif, maka Gojek akan memblokir akun pelanggan tersebut.

Gojek juga akan mengganti rugi biaya yang telah dikeluarkan oleh mitra driver jika pesanan tersebut fiktif. Namun, mitra driver harus menelepon Gojek untuk melaporkan hal tersebut.

Selain untuk mencegah order fiktif, Gojek juga mengandalkan Machine Learning untuk mendeteksi adanya kecurangan penggunaan aplikasi ilegal. Hal ini disebabkan banyak mitra yang menggunakan sofware Mod dan memalsukan lokasi dengan fake GPS.

Banyak oknum yang menawari mitra driver berbagai aplikasi dengan iming-iming anti suspensi dan bisa memperoleh pendapatan lebih.

Gojek juga bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk menangkap sindikat aplikasi ilegal. Sementara itu, mitra driver yang terbukti melakukan kecurangan akan diberikan sanksi berupa penghentian akun sementara ataupun seterusnya.

Penggunaan teknologi untuk mendeteksi order fiktif ini digunakan karena sebelumnya marak mitra pengemudi Gojek yang mendapatkan order fiktif karena aksi prank. Untuk itu, Gojek berupaya untuk mencegah adanya order fiktif dengan penggunaan Machine Learning dan juga AI.

Related posts

Leave a Comment