Pertamina Perbanyak Jenis Produk Green Energy

Pertamina produksi BBM ramah lingkungan dari kelapa sawit

Source: nusantaratv.com

Pertamina sebagai perusahaan energi berplat merah kini telah berhasil menghasilkan D-100 atau Green Diesel. Bahan Bakar Ramah lingkungan ini dihasilkan dari 100% minyak kelapa sawit. Untuk menambah varian produk BBM ramah lingkungan, Pertamina siap untuk memproduksi Green Avtur dan Green Gasoline.

Nicke Widyawati selaku Direktur Utama Pertamina mengatakan,”Perusahaan akan terus berinovasi untuk menciptakan ketahan energi. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk memprioritaskan produksi BBM dengan mengolah Sumber Daya Alam dalam negeri.”

Pertamina sangat berterima kasih dengan adanya dukungan dari pemerintah untuk terus mengembangkan inovasi untuk menciptakan produk BBM Green energy seperti D100, B30, dan B50. “Kini Pertamina sudah menyelesaikan persiapan kilang serta katalis merah putih dan melanjutkan kajian perekonomian.” Tambah Nicke.

Budi Santoso selaku Wakil Dirut PT Kilang Pertamina Internasional mengatakan bawa Green Gasoline telah diuji coba di Kilang Cilacap dan Plaju sejak tahun 2018 sampai 2020. Tetapi pengujian tersebut masih mengolah minyak kelapa sawit sebesar 20% saja. Untuk pengolahan Green Avtur direncanakan akan dilaksanakan pada akhir tahun 2020 yang bertempat di Kilang Cilacap.

Pertamina merencanakan untuk mendirikan Standalone Biorefinery di Kilang Cilacap yang dapat memproduksi BBM Green Energy hingga 6000 barel setiap hari. Sedangkan untuk Standalone Biorefinery Plaju direncanakan dapat memproduksi 20.000 barel setiap harinya. Kedua kilang tersebut akan memproduksi Green Avtur dan Green Diesel dengan menggunakan bahan baku minyak kelapa sawit 100%.

Langkah Pertamina untuk memproduksi BBM ramah lingkungan dari Minyak kelapa Sawit ini sangat disambut dengan baik oleh Apkasindo atau Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia. Gulat ME Manurung selaku ketua Umum Apkasindo memperkirakan bahwa rencana produksi ini dapat menyerap Minyak Kelapa Sawit atau Crude Palm Oil sebesar 30 juta ton dalam satu tahun. Perkiraan ini didapat jika Pertamina memproduksi Bio Diesel sebesar 1000 barel per harinya.

Gulat menambahkan,”Peningkatan penyerapan minyak kelapa sawit diharapkan dapat memberikan dampak pada harga jual kelapa sawit dari petani.” Jika penyerapan kelapa sawit dalam negeri meningkat, tentunya ekspor sawit dapat menurun sehingga harga sawit dapat melambung tinggi. Dengan demikian kesejahteraan petani sawit juga dapat meningkat.

 

Related posts

Leave a Comment