Pertamina Kaji Rencana Penghapusan BBM Premium dan Pertalite

Pertamina kaji penghapusan pertalite dan premium

Source: petrominer.com

PT Pertamina menyatakan akan melakukan kajian dan peninjauan tentang penggunaan BBM oktan rendah yakni Premium dan pertalite. Upaya ini dilakukan Pertamina dalam hal mendukung program pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Nicke Widyawati selaku Direktur Utama Pertamina mengatakan bahwa peninjauan tentang penggunaan Premium dan Pertalite ini dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan no 20 tahun 2017. Pertauran ini mengharuskan untuk menggunakan BBM dengan RON diatas 91.

Oleh karena itu, ada beberapa jenis BBM yang tidak bisa diperjual belikan lagi karena memiliki kandungan RON dibawah 91.

Nicke menyatakan,” Ada aturan Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 20 tahun 2017 yang mensyaratkan gasoline yang dijual minimum RON 91, artinya ada dua produk BBM yang kemudian tidak boleh lagi dijual di pasar kalau mengikuti aturan tersebut yaitu Premium dan Pertalite.”

RON merupakan angka oktan yang digunakan untuk mengukur kualitas BBM yang digunakan pada kendaraan bermotor. Jika nilai oktan semakin tinggi, maka emisi gas buangnya akan semakin rendah. Jenis BBM yang mempunyai nilai oktan di bawah 91 adalah Premium dengan RON 88 dan Pertalite dengan RON 90.

Kendati demikian, rencana untuk penghapusan premium dan pertalite ini masih menjadi pertimbangan. Hal ini dikarenakan BBM jenis Pertalite dan Premium adalah yang paling besar nilai konsumsinya di masyarakat.

Nicke menambahkan bahwa negara-negara Aisa yang masih menggunakan BBM jenis Premium hanyalah negara Indonesia dan Bangladesh. Sementara itu, negara di dunia yang lasih menggunakan premium adalah Ukraina, Kolombia, Mesir, Uzbekistan, dan Mongolia.

Sebelumnya, pemerintah juga pernah menggencarkan untuk menghapus BBM yang memiliki oktan rendah seperti Premium dan Pertalite. Langkah ini diambil untuk mengurangi emisi karbon. Namun sampai saat ini Pertamina masih menyalurkan Premium dan Pertalite.

Related posts

Leave a Comment