PLN Diminta Tinggalkan Pencatatan Meteran Listrik Secara Manual

PLN diminta tinggalkan pencatatan manual

Source: minews.id

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investigasi melakukan investigasi terkait lonjakan tagihan ratusan pelanggan PLN saat pemberlakuan PSBB. Potensi kesalahan pencatatan kwh meter ini dikarenakan pencatatan yang dilakukan masih menggunakan cara manual.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah meminta PLN untuk beralih menggunakan pencatatan digital. Cara ini bisa dilakukan dengan penggunaan Automatic Meter Reading. Saat pemberlakuan PSBB, petugas pencatat meteran terkendala akibat pembatasan mobilitas.

Purbaya Yudhi Sadewa selaku Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan diskusi dengan manajemen PLN terkait rencana peralihan pencatatan meteran listrik. Sebenarnya proyek AMR ini berjalan selama 3 tahun.

Purbaya mengatakan,” Ini kan proyek AMR sudah lama, sudah tiga tahun. Itu investor dari luar negeri. Waktu itu smart grid system. Tapi entah bagaimana tidak jalan oleh PLN. Saya pikir dari situ kan ada jadi AMR.”

Purbaya mengakui bahwa sistem AMR ini memang tidak terlalu canggih. Tetapi sistem ini lebih baik jika dibandingkan dengan pencatatan secara manual.

Pihaknya akan melakukan pengawasan agar program peralihan catat meter dari manual ke AMR dapat berjalan lancar. Jika program ini tidak kunjung dijalankan, pemerintah akan memberikan teguran pada PLN.

Sebelumnya, Purbaya mengatakan jika timnya mendapat 410 aduan pelanggan PLN. Mereka melaporkan bahwa terjadi lonjakan penagihan listrik yang besar. Bahkan ada pula aduan tagihan listrik yang mencapai Rp 70 juta.

Kasus tersebut masih dalam proses investigasi. Meskipun ada indikasi temuan kesalahan pencatatan meter, namun, secara umum memang terjadi kenaikan pemakaian listrik saat PSBB.

Related posts

Leave a Comment