Kemenperin Pacu Penggunaan SDA Lokal untuk Industri Kosmetik

kemenperin pacu industri kosmetik gunakan bahan baku lokal

Source: chilllaus.net

Kementerian Perindustrian mendorong para pelaku industri kosmetik untuk menggunakan SDA lokal untuk bahan baku. Dengan ini, aktivitas impor untuk bahan baku kosmetik bisa menurun.

Doddy Rahadi selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri menjelaskan bahwa upaya tersebut dilakukan untuk menekan impor sehingga Indonesia bisa lebih mandiri. Hal ini ditunjang dengan kekayaan alam hayati Indonesia yang beragam.

Doddy menambahkan dengan mewujudkan kemandirian dalam penyediaan bahan baku industri, Indonesia dapat menjadi salah satu negara industri yang kuat. Hal ini sesuai dengan UU No 3 th 2014 tentang Perindustrian.

Untuk mencapai kemandirian tersebut, industri nasional harus kuat sehingga memiliki daya saing yang tinggi di kancah global. Oleh karena itu diperlukan teknologi dan inovasi. Salah satu sektor industri andalan negara ini adalah industri farmasi dan kosmetik. Di masa datang, diharapkan sektor industri ini mampu menggerakkan ekonomi Indonesia.

Untuk mencapai tujuan tersebut Kemenperin akan mengoptimalisasikan penggunaan teknologi untuk meningkatkan performa industri kosmetik. Inovasi ini sejalan dengan program Making Indonesia 4.0. Penggunaan teknologi ini adalah bentuk kesiapan Indonesia untuk masuk ke dalam era industri 4.0.

Doddy menambahkan bahwa Indonesia memiliki banyak keunggulan di banding negara lain dalam bidang industri kosmetik dan jamu. Hal ini dikarenakan Indonesia memilki Sumber Daya Alam yang melimpah. Bahkan Indonesia memiliki 30 ribu dari 40 ribu spesies tanaman obat di seluruh dunia.

Melimpahnya bahan baku lokal ini dapat menjadi prospek untuk dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan industri baik dalam negeri maupun global. Menurut data yang disajikan BPS, pada triwulan pertama tahun 2020, performa industri farmasi, obat tradisional, dan kosmetik mengalami perkembangan yang cukup bagus. Bahkan kelompok industri ini mampu meningkatkan nilai ekspornya sebesar 15,2% jika dibandingkan dengan tahun 2019.

Related posts

Leave a Comment