Lebih dari 20 Pabrik Sepatu Mengalami Kebangkrutan

Source: ekonomi.bisnis.com

Masa pandemi ini, nasib buruk menghantam industri sepatu di tanah air. Pasca merebaknya pandemi Covid-19, banyak pabrik sepatu yang harus tutup.

Berdasarkan data Asosiasi Persepatuan Indonesia atau Aprisindo, ada sebanyak 20 pabrik sepatu dari total 120 pabrik sepatu harus menghentikan kegiatan produksi. Akibatnya, puluhan ribu pegawai pabrik sepatu terkena dampak.

Firman Bakri selaku Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia(Aprisindo) mengatakan bahwa jumlah pabrik sepatu yang benar-benar stop produksi sejumlah 18% dari total produsen sepatu. Mereka mengalami keadaan yang sangat sulit sehingga tidak kuat untuk melanjutkan produksi.

Firman menambahkan bahwa sekarang tingkat utilitas atau pemanfaatan kapasitas produksi hanya sekitar 32%. Jadi, produsen sepatu yang masih menjalankan bisnisnya masih banyak, namun volume produksinya berkurang. Ada yang menjalankan 3 hari kerja dan 2 hari libur.

Sementara itu, sejumlah regulasi yang dikeluarkan pemerintah tidak mendukung pemulihan bisnis ini. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Perdagangan no 18 tahun 2019 mengenai tata cara pendaftaran, pengawasan, penghentian kegiatan perdagangan dan penarikan barang terkait dengan keamanan, keselamatan, kesehatan, dan lingkungan hidup.

Setiap produk yang beredar harus mempunyai izin edar. Kalau produk obat dan makanan ada BPOM, sedangkan untuk Kementerian Perindustrian harus ada SNI. Sementara itu Kemendag mengeluarkan peraturan untuk syarat standar mutu lagi. Oleh karena itu, para pelaku industri merasa sangat keberatan karena ada duplikasi pengaturan.

Selama lima bulan semenjak pandemi menyerang, permintaan sepatu baik dalam negeri maupun ekspor mengalami banyak penurunan. Akibatnya pabrik sepatu harus memberhentikan karyawannya karena memang sudah tidak melakukan produksi lagi.

PHK masal yang terjadi salah satunya dilakukan oleh PT Shyang Yao Fun yang harus mem-PHK 2500 karyawan. Pabrik sepatu Nike ini juga merelokasi pabriknya ke wilayah Jawa Tengah. Selain itu, PT Vivtory Chingluh selaku pabrik untuk sepatu Nike dan Adidas juga mem-PHK 4985 pekerja.

Related posts

Leave a Comment