Sajadah Impor Cina Buat Industri Tekstil Lokal Semakin Terpuruk

sajadah asal Cina banjiri pasar lokal

Source: dejournal.id

Para pebisnis tekstil lokal yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengeluh akibat banjirnya sajadah impor yang berasal dari Cina. Kasus ini sebenarnya telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini.

Data dari BPS tercatat bahwa terjadi lonjakan impor sajadah, karpet, serta penutup lantai mulai tahun 2017 hingga 2019. Lonjakan ini mencapai 25,2%. Hal ini menyebabkan industri tekstil dalam negeri mengalami kerugian.

Rizal Tanzil Rakhman selaku sekretaris Eksekutif API mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan permintaan safeguard kepada Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia atas nama pelaku industri karpet dan sajadah lokal.

Rizal mengatakan bahwa pihaknya berharap agar permohonan tersebut dapat dikabulkan untuk menyelamatkan industri karpet dan sajadah dalam negeri. Sehingga hal ini dapat menghindarkan dari PHK yang masif.

Kondisi tersebut menyebabkan pangsa pasar domestik untuk produk lokal menjadi menurun karena harus bersaing dengan produk impor. Hal ini menyebabkan industri lokal harus mengurangi produksi. Jika produksi terus menurun, tak ayal akan terjadi pemutusan hubungan kerja yang cukup banyak.

Data BPS tahun 2019 menunjukkan bahwa impor karpet dari Cina sebesar 63,43% sedangkan dari Turki sebesar 19,16%. Meskipun begitu, Rizal menuturkan bahwa banyak karpet dan sajadah impor yang tidak memenuhi standar.

Banyak produk impor yang berkualitas rendah karena memakai bahan busa yang mudah terbakar serta memakai limbah industri tekstil yang berbahaya bagi kesehatan.

Sementara itu, produksi tekstil lokal menciptakan barang yang berkualitas dan bersertifikat baik dalam maupun luar negeri. Sehingga banyak produk lokal yang dipakai oleh hotel bintang 5, gedung bioskop, bandara, perkantoran, hingga masjid.

Jika impor karpet dan sajadah tetap dibiarkan, dikhawatirkan banyak industri yang tidak dapat bertahan. Oleh karena itu, pihak API memohon agar pemerintah dapat mengambil kebijakan untuk pengendalian impor produk sajadah dan karpet.

Related posts

Leave a Comment