Kondisi Industri Penerbangan Terkini di Tengah Pandemi

kondisi sektor penerbangan terkini

Source: republika.id

Salah satu sektor bisnis yang paling terdampak Covid-19 adalah industri penerbangan. Dampak buruk ini tidak hanya melanda Indonesia tetapi seluruh dunia. Sektor yang terdampak juga bukan hanya maskapai penerbangan namun juga perusahaan pengelolaan bandara.

Industri penerbangan dalam negeri terdampak cukup parah. Ratusan pesawat hanya parkir dan menganggur di bandara karena memang tidak adanya jadwal penerbangan. Berikut ulasan lengkap tentang kondisi dunia penerbangan di Indonesia terkini.

Di bandara Internasional Soekarno Hatta terdapat sekitar 102 pesawat yang terparkir. Muhammad Awaluddin selaku Dirut PT Angkasa Pura II mengatakan,”Ada 102 pesawat tidak dioperasikan di Bandara Soekarno Hatta.”

Pesawat tersebut di-grounded karena berbagai hal. Diantaranya adalah karena minimnya permintaan penerbangan, perlunya perawatan pesawat, serta masalah internal maskapai.

Meskipun begitu, dalam pertengahan bulan Juli ini, sektor penerbangan di Indonesia mulai menggeliat. Terlihat terjadinya peningkatan penumpang pada bulan ini. Setiap harinya, terdapat rata-rata 55.000 masyarakat yang melalukan perjalanan jalur udara. Jumlah ini dibilang cukup meningkat karena bulan sebelumnya hanya ada 35.000 orang per hari.

Awaluddin menambahkan bahwa peningkatan jumlah penumpang ini disertai dengan peningkatan jumlah penerbangan. PT Angkasa Pura II selaku pengelola 19 bandara di Indonesia mencatat telah ada 700 penerbangan. “Traffic penerbangan bulan Juni telah mulai recovery. Juli minggu kedua traffic penerbangan tumbuh antara 35 sampai 50% dibanding bulan sebelumnya.” Imbuh Awaluddin.

Awaluddin berharap penerbangan Indonesia dapat terus bangkit terutama dengan adanya momentum Hari idul Adha di akhir bulan Juli ini. Selain itu, Peringatan 17 Agustus serta mulainya perkuliahan juga diharapkan dapat mendorong kinerja sektor penerbangan.

Untuk menghadapi momentum tersebut, PT Angkasa Pura II terus berusaha untuk meningkatkan pemeriksaan dan pelayanan penumpang baik domestik maupun luar negeri. Pemeriksaan akan dilakukan secara ketat sesuai dengan regulasi dari pemerintah.

Awaluddin menambahkan bahwa Bandara berperan sebagai filter untuk mencegah kasus virus baru yang masuk ke Indonesia. Upaya tersebut akan dilakukan terutama di bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara teramai yang didatangi oleh warga negara asing.

Selain itu, Dirut PT Angkasa Pura II tersebut juga memperkirakan bahwa sektor bisnis penerbangan di Indonesia baru dapat pulih kembali di pertengahan tahun 2021. Sedangkan untuk dunia penerbangan internasional baru dapat pulih saat pertengahan 2023. Untuk saat ini, PT Angkasa Pura II mengandalkan penerbangan kargo untuk menyokong pendapatan.

 

Related posts

Leave a Comment