Pengambilan Dana BLT UMKM Tidak Bisa Diwakilkan

pencairan BLT tidak bisa diwakilkan

Source: bangkitmedia.com

Program bantuan langsung tunai sebesar Rp 2,4 juta untuk UMKM telah disalurkan. Pencairan dana BLT ini tidak boleh diwakilkan dan harus diambil sendiri oleh penerima bantuan.

Hanung Harimba Rachman selaku Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM mengatakan bahwa proses pencairan dana BLT tersebut tidak boleh diwakilkan oleh siapapun. Pihak yang mencairkan dana BLT harus sesuai dengan nama yang telah terdaftar.

Hanung menyatakan,”Pada saat pengajuan kan dicatat namanya siapa yang akan mendapatkan. Nah ketika sudah resmi dinyatakan menjadi penerima bantuan, pengusaha mikro harus ke bank yang ditunjuk dan mengambil atau mencairkan itu tidak boleh diwakilkan harus sesuai dengan yang ada di data.”

Jika pelaku usaha mikro tersebut ingin melakukan pengambilan dana, mereka harus datang sendiri dengan membawa dokumen yang dibutuhkan. Salah satu dokumen tersebut adalah KTP.

Dengan membawa kartu identitas, proses verifikasi serta proses pencairan dana dapat berlangsung lebih cepat.

Hanung juga menghimbau pada seluruh pelaku UMKM yang telah dinyatakan berhak menerima bantuan langsung tunai ini harus segera mencairkan dana tersebut di bank yang telah ditentukan.

Jika dalam waktu tiga bulan setelah dana disalurkan ke pihak perbankan namun pelaku usaha tidak melakukan verifikasi serta pencairan dana, dana BLT tersebut dapat ditarik lagi dan akan dikembalikan kepada pemerintah.

Pelaku usaha mikro pasti akan menerima SMS yang memberitahukan bahwa mereka mendapatkan BLT dan harus melakukan verifikasi ke bank. Namun jika selama tiga bulan sejak pemberitahuan tersebut dana tidak dicairkan dan tidak ada konfirmasi sama sekali,dana BLT tersebut akan ditarik oleh pihak perbankan. Kemudian dana tersebut akan dikembalikan pada pemerintah.

Related posts

Leave a Comment