Biaya Urus SNI Capai Puluhan Juta, Pelaku Industri Berharap Stimulus Untuk SNI Masker

produsen masker berharap stimulus urus masker SNI

Source: vaznews.com

Badan Standarisasi Nasional baru saja memutuskan bahwa masker kain harus mengikuti Standar Nasional Indonesia. Dengan demikian, pelaku industri masker dapat menentukan kualitas hasil masker produksinya.

Menanggapi hal tersebut, Asosiasi Pertekstilan Indonesia mengungkapkan bahwa semua anggotanya siap untuk mengikuti penetapan SNI yang diputuskan oleh pemerintah.

Rizal Tanzil Rakhman selaku Sekretaris Eksekutif API mengatakan,” Kami menyambut positif SNI tersebut sebagai upaya menstandarkan kualitas masker sekaligus mengedukasi produsen masker dan konsumen pengguna masker.”

Menurut Rizal, aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah ini dapat menjadi sarana edukasi untuk pengguna masker agar dapat lebih selektif untuk memilih masker berkualitas guna mencegah penyebaran virus Covid-19.

Rizal menambahkan bahwa standar masker bukan karena bahannya misalnya rajut, katun, ataupun non-woven, atau scuba yang ramai diberitakan beberapa waktu yang lalu. Namun apapun bahan yang digunakan jika telah lulus uji SNI, maka produk masker tersebut layak dan aman untuk dipakai.

Oleh karena itu, pelaku industri tekstil mendorong Badan Standarisasi Nasional atau BSN untuk mengeluarkan skema pengajuan SNI sehingga para pelaku bisnis masker dapat segera mengurus proses standarisasi tersebut.

Selain itu, para pelaku industri tekstil berharap agar pemerintah dapat memberikan stimulus untuk para pelaku IKM yang memproduksi masker agar biaya pengurusan SNI tersebut tidak menjadi beban bagi mereka.

Sebagai informasi, biaya pengurusan SNI telah diatur dalam PP RI No.63 tahun 2007. Perkiraan biaya untuk mengurus SNI sekitar Rp 10 juta hingga Rp 40 juta.

Rizal mewakili seluruh pengusaha masker dan tekstil berharap agar pemerintah memberikan diskon dan bisa menurunkan biaya pengurusan SNI hingga setengah dari harga tersebut. Hal ini karena kebanyakan pengusaha masker kain adalah Industri Kecil dan Menengah yang tentunya pasti merasa berat jika harus membayar puluhan juta untuk pengurusan SNI.

Related posts

Leave a Comment